Petani Menjerit Harga Cabe Dijual Murah, Cabe Kering Dapat Dijadikan Alternatif

Ilustrasi cabe
Ilustrasi cabe (Pixabay)

Oleh: Mega Sri Wardani

Mahasiswa Prodi Ilmu Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan, Program Pascasarjana, Universitas Andalas

baca juga: Distanhorbun Pessel Ajak Petani Ikut AUTP, Kenapa?

Pandemi Covid-19 telah mendatangkan berbagai tantangan yang mau tidak mau mesti dihadapi. Dampak dari pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran COVID-19 ini dirasakan oleh semua orang. Kaya maupun miskin, di desa maupun di kota, tak terkecuali bagi petani .

Pada masa awal pembatasan sosial saja, petani dihadapkan dengan harga gabah yang murah saat panen raya. Selain karena suplai yang banyak, terhambatnya distribusi hasil panen dan menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi berujung pada rendahnya harga hasil tani.

baca juga: Pekerjaan Jokowi di SIM Jadi Sorotan

Berlanjut setelah itu, momen lebaran yang biasanya disibukkan dengan isu kenaikan harga cabe kali ini malah ditempa dengan sangat murahnya harga cabe . Padahal kenaikan harga cabe sangatlah dinantikan oleh petani .

Lebaran tahun ini, harga cabe keriting mencapai harga Rp 5.000- Rp 7.500 saja ditingkat petani dengan harga eceran hingga Rp 10.000 -- Rp 15.000. Tak jauh berbeda dengan harga cabe rawit, yang dengan proses panen yang lebih lama dan menggunakan tenaga lebih, harga ditingkat petani juga mencapai Rp 5.000.

baca juga: Evaluasi Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Lingkungan Pasar

"Harga cuma segitu, tapi manennya serasa mau muntah" ujar salah seorang petani asal Solok, Andi.

Di balik perannya dalam penyediaan pangan bagi masyarakat lainnya, ternyata petani sungguh menyedihkan. Ditambah pula dengan fakta bahwa sebagian besar petani di Indonesia hanyalah petani kecil dengan lahan yang sempit. Lalu apa yang mesti dilakukan saat ini?

baca juga: Perantau Sudah Mudik Dilarang Merantau Lagi, Gubernur: Bertani Saja di Kampung!

Penanganan pasca panen merupakan hal yang sangat penting. Agroindustri skala rumah tangga bisa menjadi solusi bagi petani , ataupun peluang bagi masyarat untuk memulai inovasi baru.

Pembuatan cabe kering bisa menjadi peluang bagi petani atau masyarakat. cabe yang diolah secara dikeringkan akan tahan lebih lama dibandingkan cabe basah atau cabe segar.

Pada masa beberapa generasi sebelum sekarangpun sering menggunakan cara ini untuk mengantisipasi apabila suatu saat harga cabe mahal. Dan di masa sekarangpun, cabe kering sudah diperjual belikan dengan berbagai merek dan kemasan.

Apabila petani bisa langsung mengerjakan alternatif pengeringan cabe ini, maka bisa menambah pendapatan di tingkat petani itu sendiri. Sementara itu, jika ini dilakukan oleh masyarakat umum, maka akan bisa menyimpan untuk alternatif saat harga cabe kembali tinggi.

Dengan begitu ada dua pihak yang terbantu. Untuk siapa saja yang ingin berinvestasi, membantu petani saat ini juga akan menjadi sesuatu yang mulia. Cukup dengan membeli dengan harga yang berlaku di pasar eceran, atau modali petani untuk membuat usaha cabe kering.

Untuk pembuatan cabe kering terbilang sangat mudah bahkan bila dilakukan oleh petani langsung.

Cabe cukup dibersihkan atau dicuci agar bebas dari sisa pestisida kemudian dijemur hingga kering. Cukup sampai tahap itu lalu disimpan dengan baik, atau bisa langsung di panaskan dengan oven selama beberapa saat lalu dihaluskan untuk kemudian dikemas. Untuk menambah rasa atau varian berbeda, cabe kering ini bisa dibuat dengan tambahan sedikit bawang dan udang. Mudah untuk diterapkan dan cukup membantu bukan?

Editor: Khadijah