Tim KKN Tematik Kedokteran Unand Bagikan APD untuk Tenaga Medis dan Masyarakat

Mahasiswa Kelompok 7 Tim APD KKN Tematik Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menyerahkan APD untuk tenaga medis dan masyarakat.
Mahasiswa Kelompok 7 Tim APD KKN Tematik Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menyerahkan APD untuk tenaga medis dan masyarakat. (Ist)

Artikel ini ditulis oleh Mahasiswa Tematik Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang.

KLIKPOSITIF - Mahasiswa Kelompok 7 Tim APD KKN Tematik Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas melaksanakan kegiatan pembagian Alat Pelindung Diri (APD) ke tenaga medis dan masyarakat. Kegiatan KKN Tematik ini dilaksanakan oleh mahasiswa dari ketiga prodi yang ada di FK Unand , yaitu Program Studi Kedokteran, Program Studi Psikologi, dan Program Studi S1 Kebidanan. Kegiatan ini didampingi oleh dosen pembimbing lapangan yaitu dr. Gardenia Akhyar Sp.KK.

baca juga: Jumlah Kasus Terus Bertambah, WHO Sebut Pandemi Bisa Makin Memburuk

Kegiatan KKN tematik ini juga sekaligus merupakan bagian dari pengabdian masyarakat FK Unand . Selama masa KKN Tematik ini, mahasiswa Fakultas Kedokteran melakukan beberapa kegiatan yang terbagi menjadi 3 kelompok besar, diantaranya menjadi relawan yang akan memberikan informasi secara masif mengenai COVID-19 dengan sasaran seluruh masyarakat, menjadi relawan di Laboratorium Biomedik FK Unand dalam bentuk Tim yang akan mengurus bagian administrasi dan logistik di Laboratorium tersebut, dan membuat APD (Alat Pelindung Diri) berupa masker, face shielddan gaun/hazmat untuk memenuhi ketersediaan APD bagi petugas medis dalam menangani kasus COVID-19.

Menurut Gardenia Akhyar, kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi FK Unand dalam menghadapi wabah COVID-19 dengan cara memberikan edukasi dan bantuan kepada masyarakat dan tenaga medis dalam menghadapi pandemi ini. Bentuk kegiatannya antara lain membagikan informasi tentang COVID-19, cara penularan serta cara untuk memutus rantai penularan. Kegiatan lainnya dengan membagikan APD berupa hazmat, face shieldserta masker medis untuk tenaga medis dan masker non-medis untuk masyarakat umum.

baca juga: Pandemi COVID-19, Momentum Transisi ke Energi Terbarukan

Menurut Ariesko Gunanda Rangkuti, ketua kelompok 7 KKN Tematik, dalam situasi pandemi ini rasa empati kita antar sesama benar-benar diuji, dengan kegiatan yang berlangsung dari 6 April--6 Mei 2020 ini diharapkan bisa ikut berkontribusi dalam memutus rantai penularan COVID-19. APD berupa hazmat, face shield, dan masker itu dibuat sendiri oleh mahasiswa dan dibantu oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di sekitar tempat tinggal mahasiswa. Jadi selain membantu tenaga medis dan masyarakat umum, diharapkan dengan ini bisa menggerakkan roda perekonomian UMKM tersebut meskipun dalam situasi dan kondisi pandemi saat ini. Setelah APD selesai dibuat, ratusan APD tersebut langsung didistribusikan ke tenaga medis dan masyarakat di beberapa daerah, baik itu di dalam maupun luar Sumatera Barat.

Jumlah APD yang didistribusikan, masker berjumlah 485 buah, face shield70 buah, dan hazmat 40 buah. APD tersebut di distribusikan ke beberapa fasilitas pelayanan kesehatan maupun masyarakat umum. Daerah pendistribusian dalam kegiatan ini adalah daerah yang berada di sekita lokasi tempat tinggal mahasiswa yang mengikuti KKN Tematik ini.

baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak Picu Naiknya Harga Emas Dunia

Untuk daerah pendistribusian di dalam Sumatera Barat, berlokasi di RSUD dr. M. Zein Painan Kabupaten Pesisir Selatan dan tiga posko satgas siaga COVID-19 yang ada di beberapa nagari, yaitu Nagari Pelangai, Nagari Pelangai Gadang, dan Nagari Koto VIII Pelangai Kabupaten Pesisir Selatan. Untuk daerah di laur Sumatera Barat berlokasi di Puskesmas Kumun, Kota Sungai Penuh, Jambi dan di daerah Luhah Pemangku Rajo Kelurahan Sungai Penuh bkerja sama dengan remaja mesjid Nurul Ikhlas di daerah tersebut. Tak hanya di dalam negeri, pendistribusian APD juga dilakukan di Hospital Tengku Anis, Kelantan, Malaysia.

Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat dan berdampak bagi tenaga medis dan masyarakat dalam penanggulangan wabah COVID-19 ini.

baca juga: Ahli Sebut Indonesia Gagal Kendalikan Wabah COVID-19, Kenapa?

Editor: Khadijah