Pembentukan dan Pengelolaan Desa Wisata di Pasaman Sebagai Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Pemuda Pelopor Forum CendikiaWan Minangkabau (FCWM), Ir. Ulul Azmi,S.T.,IPP
Pemuda Pelopor Forum CendikiaWan Minangkabau (FCWM), Ir. Ulul Azmi,S.T.,IPP (Ist)

Artikel ini ditulis oleh Ir. Ulul Azmi,S.T.,IPP (Pemuda Pelopor Forum CendikiaWan Minangkabau *FCWM*)

Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu wataala telah menciptakan alam semesta ini dengan begitu indah dan komplitnya serta sudah sangat sempurna. Kita manusia sebagai makhluk juga diciptakan dalam sebaik-baik bentuk, diciptakanNya disuruh untuk menjadi khalifah di muka bumi ini, baik dari segi pengelolaan dan juga penyeimbang ekosistem alam ini.

Pepatah minang mengatakan *Alam Takambang Jadi Guru* semua yang ada di alam bisa kita jadikan pembelajaran serta tolak ukur di setiap kehidupan kita. Senada juga dengan istilah *Condong Mato Ka Nan Rancak, Condong Salero Ka Nan Lamak* yang mengungkap makna mata akan cenderung melihat ke arah yang elok dan bagus dipandang serta selera cenderung ke yang enak.

Jika kita ambil dalam sebuah makna kata elok/indah dilihat wisata adalah salah satu jawaban dari hal tersebut. Wisata alam merupakan suatu yang indah dan nyaman serta sejuk untuk memandangnya.

Wisata Koto Panjang merupakan sebuah Jorong/Desa/Dusun di Koto Panjang Nagari Lansek Kodok, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman Sumatera Barat. Tempat itu kini tengah dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata yang dipelopori kaum milineal daerah tersebut dan didukung oleh Niniak Mamak dan Tokoh Nagari dan Masyarakat setempat.

Ini tentu merupakan langkah awal yang sangat bagus untuk dikembangkan guna menjadi sebuah wisata unggulan, terutama jika dikelola dengan baik.

Mulai dari Hutan Pinus hingga pemandangan daratan daerah di Rao, Tapus dan Panti yang terhampar luas dapat dinikmati di daerah ini. Sunset yang biasanya hanya kita lihat di daerah pantai bisa kita nikmati di daerah yang termasuk tinggi tersebut. Saat ini sudah terlihat mulai terkelola denga sangat baik berkat swadaya dan masyarakat setempat yang dipelopori oleh para pemudua.

Wisata ini tentu bisa menjadi sebuah sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar, diantaranya bisa melakukan aktifitas jual beli kuliner maupun barang. Pedagang dapat menjual berbagai macam hal seperti makanan maupun sovenir khas dari tempat wisata itu pada pendatang daerah maupun luar daerah yang menikmati pemandangan maupun mengadakan kegiatan.

Selain dari pada itu, menurut Ulul Azmi, Pemuda Pelopor Forum CendikiaWan Minangkabau (FCWM) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pengelolaan yang dilakukan pada tempat wisata itu. Ia juga bangga dengan gerakan dan gebrakan dari masyarakat Koto Panjang terutama pada para pemuda yang dengan penuh semangat dan bergotong royong menggali potensi yang ada di daerah.

"Semoga tempat itu bisa dikelola dengan baik, dikembangkan dan terus diberi inovasi. Sebab apa yang ada disana sangat menarik mulai dari penampakan hutan pinus hingga wisata sepeda gunung, camping dan lainnya," ujar Ulul yang juga merupakan salah satu Putra Pasaman yang kiprahnya sudah tidak diragukan lagi tekait gerakan sosial, baik di Sumatera Barat Maupun di Riau yang juga putra asli daerah Koto Panjang

Menurutnya, yang menjadi catatan adalah perhatian untuk dapat selalu dikelola dengan baik, sehingga nantinya akan semakin dikenal masyarakat. Selain itu, kearifan lokal lainnya yang dimiliki oleh masyarakat setempat seperti makan bajamba, silek randai bisa dikembangkan juga sebagai wisata budaya.

"Kita juga akan bantu fasilitasi terkait pengelolaan dengan manajemen yang lebih baik misalnya dengan mendatangkan para pemerhati wisata seperti penggagas desa wisata yang ada di Sumatera Barat maupun di Indonesia. Hal itu bertujuan agar potensi yang ada tersebut dapat bertahan dalam life cycle, berkembang dengan baik dan maju. Hal itu juga diharapkan dapat guna menggerakan ekonomi kerakyatan yang bisa bertahan dan menjanjikan," Katanya lagi.

Selain itu, menurut Ulul, bukan hanya puncak Koto Panjang saja yang bisa dikembangkan menjadi wisata unggulan. Di Pasaman banyak tempat bersejarah yang telah diketahui secara Nasional yang berasal dari sana, seperti Museum Tuanku Imam Bonjol dan Garis Khatulistiwa, Rimbo Panti, Puncak Tonang dan daerah lainnya.

"Kami sebagai putra daerah memiliki harapan yang besar kepada Pemkab setempat untuk dapat lebih memperhatikan wisata yang ada di Pasaman. Jadikan tempat wisata yang ada itu sebagai pemasukan baru bagi pemda dan masyarakat sekitar," Katanya lagi.

Selain itu, ia juga berharap pemda juga dapat mendukung pemuda yang sudah bergerak mengembangan potensi wisata di Pasaman seperti di desa wisata Koto Panjang.

"Semoga pemerintah bisa membantu dalam pengembangan wisata di Koto Panjang agar dapat terkelola dengan baik dan memiliki manajemen yang baik dan terintegritas," tuturnya.(*)

Baca Juga

Editor: Khadijah

Komentar

Berita Lainnya

Video Terbaru